Panduan Lengkap Memilih Daging Ayam ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal

Daging ayam sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Harganya terjangkau, mudah ditemukan, dan bisa diolah menjadi berbagai menu masakan dari rumah tangga hingga restoran. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak tantangan terkait keamanan pangan dan kualitas daging ayam.

Inilah mengapa konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) menjadi pedoman utama bagi konsumen, pelaku usaha kuliner, hingga rumah potong ayam (RPA). Konsep ini tidak hanya memastikan daging ayam yang kita konsumsi lezat dan bergizi, tetapi juga aman, higienis, serta sesuai syariat halal.

 

Apa Itu Daging Ayam ASUH?

Menurut Kementerian Pertanian dan berbagai dinas peternakan daerah, ASUH adalah standar kualitas daging yang harus dipenuhi:

  1. AMAN
    Daging bebas dari cemaran mikroba berbahaya, bahan kimia, dan obat-obatan terlarang. Ayam harus melalui proses pemotongan yang higienis, distribusi yang terjaga rantai dinginnya (cold chain), hingga sampai ke tangan konsumen.
  2. SEHAT
    Kandungan gizi, khususnya protein hewani, tetap terjaga. Daging ayam yang sehat harus memiliki tekstur kenyal, tidak berbau busuk, dan warnanya cerah.
  3. UTUH
    Daging ayam yang dijual sesuai jenisnya, tidak dikurangi atau dicampur dengan bagian lain atau daging hewan berbeda. Ini mencegah penipuan dan menjamin kualitas produk.
  4. HALAL
    Proses pemotongan dilakukan sesuai syariat Islam: penyembelihan yang benar dengan metode penyembelihan yang cepat dan tidak menyiksa hewan, menyebut nama Allah, dan dijamin kebersihannya. 

 

Konsep ASUH juga didorong melalui kebijakan Nomor Kontrol Veteriner (NKV), yang menjadi bukti bahwa produk asal hewan diproses sesuai standar higienis.

 

Ciri-Ciri Daging Ayam ASUH yang Harus Kamu Kenali

Untuk memudahkan konsumen, berikut indikator praktis yang bisa dilihat saat membeli:

  • Warna: Putih hingga sedikit kekuningan, cerah, tidak pucat atau kebiruan.
  • Aroma: Segar, khas ayam, tidak asam atau berbau kimia.
  • Tekstur: Kenyal, tidak lembek, kembali ke bentuk semula setelah ditekan.
  • Kulit & Permukaan: Bersih, mengkilap, bebas bulu halus, tidak ada bercak darah atau memar.
  • Keutuhan: Potongan jelas, tidak dikurangi, tidak ditambah, atau dicampur dengan bahan lain yang tidak semestinya. 
  • Labelisasi: Produk bersertifikat halal dan memiliki tanda NKV lebih terjamin mutunya.

Menurut Jurnal Mimbar Agribisnis (2023), mayoritas konsumen memilih daging ayam berdasarkan atribut fisik (warna, bau, tekstur) dan jaminan halal. Artinya, edukasi tentang ciri ASUH sangat penting agar konsumen tidak salah pilih.

 

Mengapa Daging ASUH Penting?

1. Aspek Kesehatan & Gizi

Daging ayam adalah sumber protein hewani dengan kandungan ±20 gram protein per 100 gram daging. Protein ini penting untuk:

  • Pertumbuhan sel dan otot.
  • Memperkuat sistem imun.
  • Menjaga energi harian.

Jika daging tidak ASUH, bisa beresiko: keracunan makanan, diare, bahkan infeksi bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

2. Aspek Ekonomi

Indonesia termasuk konsumen ayam terbesar di Asia. Menurut data Badan Pangan Nasional (2024), konsumsi daging ayam per kapita mencapai 12,8 kg/tahun. Dengan tingginya permintaan, menjaga standar ASUH juga melindungi rantai pasok agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga.

3. Aspek Budaya dan Religius

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, jaminan halal bukan hanya soal agama, tapi juga trust (kepercayaan). Daging ayam halal-ASUH memberikan kepastian bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner dalam menyajikan makanan.

 

Tantangan dalam Penerapan ASUH

Meskipun konsep ini penting, penerapan ASUH di lapangan masih menghadapi beberapa tantangan:

  • Isu Kesehatan: Masih ada pedagang nakal yang menjual ayam tiren (mati kemarin) atau tidak higienis.
  • Kecenderungan Harga: Fluktuasi harga ayam sering membuat konsumen mencari harga murah tanpa peduli kualitas.
  • Distribusi: Rantai dingin (cold chain) belum merata di seluruh daerah, sehingga kualitas ayam bisa menurun saat sampai di pasar.
  • Kesadaran Konsumen: Sebagian masyarakat masih mengutamakan harga ketimbang mutu ASUH.

 

Dampak Negatif Ayam Tidak ASUH

Jika daging ayam tidak memenuhi standar ASUH, ada dampak nyata yang bisa mengancam kesehatan masyarakat:

  • Keracunan Makanan
    Menurut data BPOM (2023), kasus keracunan pangan di Indonesia masih didominasi oleh produk hewani, termasuk ayam yang tidak higienis. Gejala umumnya adalah mual, muntah, diare, dan dehidrasi.
  • Studi Kasus
    Pada 2022, Dinas Kesehatan Jawa Barat melaporkan puluhan warga keracunan setelah mengkonsumsi ayam olahan yang ternyata terkontaminasi bakteri Salmonella. Kasus ini menegaskan pentingnya memilih ayam yang higienis sejak dari RPA hingga sampai ke meja makan.
  • Bahaya Jangka Panjang
    Konsumsi ayam yang mengandung residu antibiotik atau formalin bisa meningkatkan risiko resistensi antibiotik, masalah liver, bahkan kanker (WHO, 2022).

 

Memilih daging ayam ASUH adalah langkah cerdas untuk menjaga kesehatan keluarga, mendukung keberlanjutan usaha kuliner, sekaligus memastikan kehalalan makanan. Dengan memahami ciri-ciri ayam yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, konsumen bisa lebih bijak dan terlindungi dari risiko pangan yang merugikan.

Yuk, beralih ke daging ayam ASUH — sehat, aman, dan terjamin halal!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *