Kenapa Ayam Jadi Sumber Protein Favorit di Indonesia? Simak Data dan Faktanya!

Ayam menjadi salah satu sumber protein hewani paling populer di Indonesia. Dari warung makan sederhana hingga restoran besar, olahan ayam hampir selalu ada di menu. Namun, apa sebenarnya alasan ayam begitu diminati masyarakat? Mari kita bahas.

1. Aspek Nutrisi: Kaya Protein dan Mudah Dicerna

Menurut Kementerian Kesehatan RI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia, 2024), setiap 100 gram daging ayam tanpa kulit mengandung:

  • Protein: ±18–20 gram

  • Lemak: ±8–12 gram

  • Kalori: ±165 kkal

  • Vitamin & Mineral: B6, B12, fosfor, dan selenium

Artinya, satu porsi ayam mampu menyumbang sekitar 30–35% kebutuhan protein harian orang dewasa (AKG rata-rata: 56–65 gram/hari). Protein hewani seperti ayam juga memiliki nilai biologis tinggi, artinya mudah diserap tubuh untuk membangun otot, menjaga imunitas, hingga memperbaiki jaringan.

 

2. Aspek Ekonomi: Harga Relatif Stabil dan Terjangkau

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), Februari 2025, harga ayam ras potong di pasar tradisional nasional berkisar di Rp34.000 – Rp38.000/kg. Jika dibandingkan dengan sumber protein hewani lain:

  • Daging sapi: Rp120.000 – Rp135.000/kg

  • Ikan segar: Rp40.000 – Rp60.000/kg

  • Telur ayam: Rp27.000 – Rp29.000/kg

Dengan harga yang lebih terjangkau, ayam menjadi pilihan utama keluarga Indonesia untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

Selain itu, data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menunjukkan bahwa produksi ayam broiler nasional 2024 mencapai ±4,1 juta ton, sangat cukup untuk memenuhi konsumsi domestik.

 

3. Aspek Budaya: Ayam Ada di Setiap Meja Makan

Selain faktor gizi dan harga, ayam juga melekat dalam budaya kuliner Indonesia. Hampir setiap daerah punya olahan khas berbahan ayam:

  • Ayam Betutu (Bali)

  • Ayam Woku (Sulawesi Utara)

  • Ayam Taliwang (NTB)

  • Ayam Penyet (Jawa Timur)

Fleksibilitas inilah yang membuat ayam mudah diterima semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, dari menu sehari-hari hingga hidangan perayaan.

 

4. Tantangan dan Isu Terkait

Isu Kesehatan
Meski sehat, konsumsi ayam berlebihan (terutama bagian kulit atau ayam goreng berlemak tinggi) bisa meningkatkan risiko kolesterol. Oleh karena itu, perlu edukasi agar masyarakat lebih memilih cara olah yang sehat seperti kukus, rebus, atau panggang.

Kecenderungan Harga
Harga ayam bisa fluktuatif akibat biaya pakan jagung & kedelai yang sebagian masih impor. Namun pemerintah bersama peternak terus berupaya menjaga stabilitas dengan program serap produksi lokal dan penetapan harga acuan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *