Kategori: Uncategorized

  • Dari Kandang ke Konsumen: Inilah Rantai Distribusi Daging Ayam yang Aman & Halal

    Dari Kandang ke Konsumen: Inilah Rantai Distribusi Daging Ayam yang Aman & Halal

    Pernah berpikir gimana sih proses ayam dari kandang sampai ke dapur kita? Apakah semuanya aman, halal, dan higienis? Info kali ini menjelaskan bagaimana rantai distribusi daging ayam modern yang sesuai dengan standar.

    6 Tahapan Utama Rantai Distribusi Ayam:

    1. Pemeliharaan Ayam
      • Ayam dibesarkan di kandang tertutup
      • Diberi pakan sehat, vitamin, dan pengawasan kesehatan rutin
      • Umur potong: sekitar 35 hari 
    2. Transportasi ke Rumah Potong Ayam (RPA)
      • Menggunakan kendaraan khusus berlantai anti selip
      • Tidak berdesakan
      • Proses loading maksimal 3 jam agar ayam tidak stres 
    3. Penyembelihan Halal di RPA Bersertifikat
      • Disembelih oleh juru sembelih halal (Juleha)
      • Daging ditiriskan dan dicuci bersih
      • Pengawasan dari dokter hewan & ustadz pengawas halal 
    4. Proses Chilling (Pendinginan Cepat)
      • Merendam ayam dalam bak air es bersuhu 0–4°C
      • Waktu chilling: ± 45 menit
      • Menghambat pertumbuhan bakteri 
    5. Pengemasan dan Penyimpanan di Cold Storage
      • Ayam dikemas vakum atau plastik food grade
      • Masuk ruang beku -18°C
      • Siap dikirim tanpa putus rantai dingin (cold chain) 
    6. Distribusi ke Konsumen (Retail / Horeka)
      • Menggunakan mobil berpendingin
      • Sampai ke restoran, pasar, atau langsung ke rumah konsumen 

     

    Info tambahan : 

    • 1 dari 4 kasus keracunan makanan disebabkan oleh daging yang tidak disimpan sesuai suhu standar (Sumber: WHO 2023)

    Cold chain harus tetap utuh sejak ayam dipotong sampai dikonsumsi

  • Ayam Segar vs Ayam Frozen: Mana Yang lebih Sehat dan Ekonomis?

    Ayam Segar vs Ayam Frozen: Mana Yang lebih Sehat dan Ekonomis?

    Banyak orang masih beranggapan bahwa ayam segar selalu lebih baik dari ayam beku. Katanya, ayam segar lebih sehat, lebih enak, dan lebih aman. Tapi… apa benar begitu?

    Sebagai Ibu rumah tangga dan Pebisnis FnB, tentu ingin menyajikan bahan makanan yang berkualitas untuk keluarga atau pelanggan agar tidak kecewa atau bahkan dapat membuat pelanggan anda pindah ke kompetitor lain kan. Nah, dalam artikel ini akan saya bahas fakta perbandingan antara ayam segar dan ayam beku dari berbagai sisi: mulai dari gizi, rasa, daya tahan, hingga efisiensi.

    1.  Kandungan Gizi: Hampir Sama!

    Ayam beku yang dibekukan dengan benar (flash frozen) memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan ayam segar. Protein, lemak, dan mineral seperti zat besi tetap utuh. Hanya sedikit penurunan vitamin (seperti B6) yang bahkan tidak signifikan.

    Kesimpulan: Dari sisi nutrisi, keduanya aman dan bergizi.

    2. Tekstur & Rasa: Tergantung Proses Pembekuan

    Ayam yang dibekukan terlalu lama dan dibawah suku -18°C, bisa merusak teksturnya. Tapi jika dibekukan secara cepat (flash freezing), tekstur dan rasa ayam bisa tetap juicy dan lembut, seperti ayam segar.

    Kesimpulan: Ayam beku bisa enak seperti ayam segar, asal dibekukan dengan benar.

    3. Daya Simpan & Keamanan Pangan

    Ayam segar hanya bertahan 1–2 hari di kulkas, setelah itu harus dimasak atau dibekukan. Sementara ayam beku dapat bertahan hingga 9–12 bulan di freezer (≤ -18 °C). Namun, penting untuk mencairkan ayam beku dengan benar (di kulkas, bukan di suhu ruang) untuk menghindari risiko bakteri.

    Kesimpulan: Ayam beku unggul dari segi daya tahan dan bisa bantu planning menu lebih efisien.

    4. Harga & Ketersediaan

    Ayam beku umumnya lebih ekonomis. Sementara ayam segar bisa lebih mahal karena umur simpannya yang pendek.

    Kesimpulan: Untuk kebutuhan ayam beku lebih ekonomis.

    Baik ayam segar maupun ayam beku memiliki kelebihan masing-masing. Ayam segar cocok untuk kamu yang ingin langsung masak hari itu. Tapi kalau kamu butuh ayam yang bisa disimpan lebih lama, ayam beku adalah pilihan cerdas , asal dibekukan dan disimpan dengan cara yang tepat.

    Keduanya bisa jadi solusi, tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan!

    Seperti daging ayam Skmeat yang berkualitas, higienis, dan halal. Untuk kamu ibu rumah tangga maupun pengusaha F&B, Skmeat adalah solusi untuk kebutuhan daging ayam kamu.

    Kami menyediakan:
    ✅ Ayam segar maupun beku dan bersertifikat NKV dan Halal
    ✅ Proses Cepat, Ekonomis dan higienis
    ✅ Potongan ayam siap masak untuk rumah tangga & usaha FnB

    Segera hubungi SKmeat sekarang : 0812 1579 9522

     

  • Tips Memilih Dan Memotong Ayam Untuk Sajian Ayam Goreng Renyah

    Tips Memilih Dan Memotong Ayam Untuk Sajian Ayam Goreng Renyah

     

    Karkas atau daging ayam telah menjadi bahan utama berbagai jenis masakan, seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga gulai. Di antara semua olahan tersebut, ayam goreng termasuk yang paling digemari masyarakat karena cita rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah dengan bunyi kriuk saat disantap. Tingginya minat masyarakat terhadap ayam goreng juga membuka peluang bisnis kuliner yang menjadikan ayam goreng sebagai menu utama. Namun, meskipun sering diolah, tidak semua orang mengetahui cara memotong daging ayam yang tepat agar hasilnya maksimal.

     

    Teknik Pemotongan Ayam

     

    Salah satu teknik pemotongan yang umum digunakan adalah membagi karkas ayam menjadi 8 bagian. Berikut ini adalah beberapa tips dan langkah memotong ayam agar hasilnya rapi dan sesuai standar:

     

    1. Gunakan Jenis Ayam yang Tepat

    Pilih ayam broiler (ayam ras pedaging) sebagai bahan utama karena memiliki daging empuk, kulit berlemak, dan mudah dimasak. Hindari menggunakan ayam kampung atau buras untuk ayam goreng, karena teksturnya yang lebih keras dan memerlukan waktu memasak lebih lama.

     

    1. Pastikan Daging Ayam Kering

    Sebelum dipotong, pastikan karkas ayam dalam keadaan kering. Daging yang basah dapat menyebabkan pisau tergelincir dan berisiko mencederai tangan. Gunakan pisau yang tajam untuk memudahkan pemotongan dan siapkan dua talenan — satu untuk memotong dan satu lagi untuk menaruh potongan ayam, guna mencegah kontaminasi silang.

     

    1. Teknik Memotong Karkas Ayam Menjadi 8 Bagian

     

      • Potong Sayap

    Mulailah dengan memotong bagian sayap. Temukan sambungan antara sayap dan dada, lalu potong di bagian sendi menggunakan pisau tajam. Ulangi untuk sisi lainnya.

     

      • Potong Bagian Kaki (Paha dan Drumstick)

    Iris sedikit daging paha, tarik perlahan menjauh dari badan ayam, lalu potong mengikuti sendi. Gunakan jempol atau pisau untuk meraba sambungan dan garis lemak. Goyangkan sendi jika perlu, lalu pisahkan bagian paha atas dan bawah (drumstick).

     

      • Pisahkan Tulang Punggung

    Tulang punggung sering dimanfaatkan untuk membuat kaldu karena rasanya yang gurih. Untuk memisahkannya, potong tulang rusuk dari satu sisi punggung, lalu bungkus dan simpan di freezer untuk digunakan sebagai bahan kaldu.

     

      • Belah Dada

    Letakkan ayam dengan posisi dada menghadap bawah. Potong dada menjadi dua bagian secara merata, kemudian potong masing-masing bagian secara menyilang menjadi dua bagian kecil lagi. Gunakan handuk atau kain dapur untuk melindungi tangan saat menekan pisau.

     

  • Solusi Praktis Menghilangkan Bau Amis Dari Daging Ayam

    Solusi Praktis Menghilangkan Bau Amis Dari Daging Ayam

    Daging ayam merupakan salah satu bahan makanan paling digemari di seluruh dunia. Selain rasanya yang lezat, daging ayam juga dikenal tinggi protein dan rendah lemak, sehingga menjadi pilihan sehat bagi banyak orang. Namun, satu masalah umum yang sering ditemui adalah bau amis yang dapat mengganggu selera. Bau tak sedap ini biasanya berasal dari sisa darah atau kotoran yang masih menempel pada daging.

     

    Bau amis tidak hanya menurunkan kualitas rasa, tetapi juga bisa membuat proses memasak menjadi kurang menyenangkan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan bau amis dan bagaimana cara menghilangkannya secara efektif.

     

    Penyebab Umum Bau Amis Pada Daging Ayam

     

    Beberapa faktor berikut bisa menyebabkan munculnya bau amis pada daging ayam:

     

    1. Suhu Penyimpanan yang Tidak Tepat

    Jika ayam disimpan pada suhu tinggi atau di luar kulkas, bakteri akan tumbuh lebih cepat dan menghasilkan bau yang tidak sedap. Simpanlah ayam di dalam kulkas pada suhu maksimal 4°C untuk menjaga kesegarannya.

    1. Waktu Penyimpanan yang Terlalu Lama

    Menyimpan ayam terlalu lama, meskipun dalam kulkas, tetap bisa menyebabkan bau amis karena pertumbuhan bakteri secara bertahap. Sebaiknya daging ayam segera diolah setelah dibeli, atau dibekukan jika belum akan digunakan dalam waktu dekat.

    1. Teknik Pemotongan yang Kurang Bersih

    Pemotongan ayam yang tidak hati-hati dapat menyebabkan sisa darah atau kotoran tetap menempel pada daging. Pastikan proses pemotongan dan pencucian dilakukan secara higienis agar ayam benar-benar bersih sebelum dimasak.

     

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Daging Ayam

     

    Untuk Anda yang ingin mengelola daging ayam, baik dalam skala rumah tangga maupun usaha kecil, berikut beberapa cara alami dan kimiawi yang dapat digunakan:

     

    Metode Alami

    1. Jeruk Nipis

    Campurkan perasan jeruk nipis dengan air, lalu rendam ayam selama 30–60 menit untuk mengurangi bau amis.

    1. Jahe

    Parut jahe dan campurkan dengan air, lalu rendam ayam dalam larutan tersebut selama sekitar 30 menit hingga 1 jam.

    1. Daun Jeruk

    Rebus ayam bersama daun jeruk selama 5 menit. Selain menghilangkan bau, daun jeruk juga memberikan aroma segar pada ayam.

     

    Metode Kimia

    1. Cuka

    Larutkan cuka putih dalam air, lalu rendam ayam selama 15–30 menit. Cuka membantu membunuh bakteri penyebab bau.

    1. Baking Soda

    Taburkan baking soda secara merata pada ayam dan diamkan selama 15 menit sebelum dibilas bersih dengan air.

     

    Setelah proses perendaman, pastikan ayam dibilas menggunakan air bersih. Anda juga bisa menggosok permukaan daging dengan garam sebagai tambahan langkah untuk menghilangkan sisa bau.

     

    Tips Memilih Daging Ayam yang Segar dan Bebas Bau

     

    Untuk mencegah bau amis sejak awal, pilihlah daging ayam yang segar dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

     

    1. Warna dan Kondisi Kulit

    Pilih ayam yang kulitnya cerah, halus, dan bebas bintik hitam. Hindari ayam dengan kulit kusam atau berlendir.

    1. Aroma

    Cium bau daging ayam. Aroma segar dan netral menandakan bahwa ayam masih dalam kondisi baik. Hindari ayam dengan bau asam atau tajam.

    1. Tekstur Daging

    Tekan permukaan daging secara perlahan. Daging segar akan terasa kenyal dan kembali ke bentuk semula, bukan lembek atau licin.

    1. Tanggal Kadaluarsa

    Periksa tanggal produksi dan kadaluarsa, terutama untuk ayam kemasan. Pastikan masih dalam batas waktu konsumsi.

    1. Kondisi Kelembapan

    Hindari ayam yang terlalu basah atau berair, karena bisa menjadi tanda bahwa ayam sudah tidak segar lagi.

    1. Sertifikasi atau Label Kualitas

    Jika tersedia, pilih daging ayam yang memiliki label resmi atau sertifikat keamanan pangan.

    1. Sumber Pembelian

    Belilah ayam dari penjual yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Jangan ragu untuk menanyakan asal-usul ayam serta cara penyimpanannya.

     

    Temukan supplier ayam potong berkualitas tinggi hanya di SK Meat, solusi terpercaya untuk kebutuhan daging ayam anda.

  • Manfaat Daging Ayam yang Penting untuk Pertumbuhan Anak

    Manfaat Daging Ayam yang Penting untuk Pertumbuhan Anak

    Daging ayam termasuk jenis daging putih yang kerap menjadi pilihan utama para Ibu untuk diolah sebagai menu sehari-hari bagi anak. Selain rasanya yang lezat dan mudah dimasak, daging ayam juga memiliki manfaat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Khasiat ini berasal dari beragam nutrisi esensial yang terkandung di dalamnya, seperti protein, karbohidrat, lemak, kolesterol, serta berbagai vitamin (A, B1, B2, B3, B5, B9/folat, B12, C, D, K) dan mineral (kalsium, kalium, magnesium, natrium, dan fosfor). Dengan kandungan tersebut, tak heran jika ayam menjadi sumber gizi penting untuk menunjang kebutuhan anak. Yuk, simak berbagai manfaat daging ayam berikut ini!

    Manfaat Daging Ayam Untuk Pertumbuhan

    1. Sumber Protein

      Nutrisi paling dominan dalam daging ayam adalah protein, yang berfungsi unik dibanding zat gizi lain, yaitu sebagai pembentuk dan pemelihara jaringan tubuh. Protein dalam ayam akan diuraikan menjadi asam amino, termasuk sembilan asam amino esensial (9AAE) yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan hanya bisa diperoleh dari makanan tinggi protein seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, serta kacang-kacangan.

      Asupan 9AAE penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh, pembentukan energi, antibodi, hingga pengangkutan zat gizi. Protein hewani seperti ayam lebih optimal dibandingkan protein nabati, yang terkadang memiliki asam amino pembatas. Sembilan asam amino esensial tersebut adalah leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Kekurangan salah satu saja bisa menghambat fungsi tubuh dan memicu gangguan kesehatan.

      Penelitian dari National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa kekurangan satu jenis 9AAE dapat menurunkan hormon pertumbuhan IGF-1 sebesar 34%, dan bila kekurangan seluruhnya, dapat menurunkannya hingga 50%. Maka dari itu, konsumsi daging ayam sebagai sumber protein sangat krusial untuk menunjang tumbuh kembang optimal.

      2. Meningkatkan Proses Metabolisme

      Kandungan vitamin dan mineral pada ayam membantu kelancaran sistem metabolisme tubuh. Metabolisme yang optimal memungkinkan tubuh mengubah asupan makanan menjadi energi, yang dibutuhkan untuk fungsi dasar seperti bernapas, sirkulasi darah, produksi hormon, dan aktivitas lainnya.

      3. Menjaga Kesehatan Tulang

      Gabungan kalsium dan protein dalam ayam dapat memperkuat tulang dan mencegah keropos di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi anak untuk rutin mengonsumsi makanan yang mengandung kedua nutrisi ini agar pertumbuhan tulangnya tetap kuat dan sehat.

      4. Menunjang Kesehatan Jantung

      Vitamin B6 yang terdapat dalam ayam membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, sekaligus mendukung peningkatan energi dan perkembangan otak anak.

      5. Memperkuat Massa Otot

      Protein dalam ayam membantu proses pembentukan otot, yang sangat penting pada masa pertumbuhan anak. Asupan rutin akan memperkuat jaringan otot dan mencegah penurunan massa otot di kemudian hari.

      6. Mengatur Berat Badan

      Protein juga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Hal ini membantu mengendalikan nafsu makan anak di luar waktu makan utama. Bagian dada ayam bisa menjadi pilihan karena kaya protein namun rendah lemak.

      7Menstabilkan Tekanan Darah

      Vitamin B3 dalam ayam mendukung penurunan kadar kolesterol dan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Agar manfaatnya maksimal, pilihlah metode memasak yang sehat seperti direbus, dikukus, atau dipanggang.

      8. Mengendalikan Kadar Kolesterol

      Selain tekanan darah, vitamin B3 juga berperan dalam menurunkan kolesterol jahat. Pastikan mengolah ayam dengan cara yang tidak meningkatkan kadar lemak jenuh agar manfaatnya tetap terjaga.

      9. Mencegah Anemia

      Kandungan zat besi dalam ayam membantu pembentukan hemoglobin dan memperlancar distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Dengan demikian, risiko anemia pun dapat ditekan.

        10. Mengurangi Risiko Peradangan

          Selenium, mineral penting dalam ayam, berfungsi menurunkan risiko peradangan, terutama radang sendi. Selain itu, selenium juga mendukung sistem kekebalan, menangkal radikal bebas, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta asma.

            11. Mencegah Risiko Kanker

            Vitamin B-kompleks dan selenium berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan dan serangan radikal bebas penyebab kanker. Nutrisi ini juga mencegah kerusakan DNA yang bisa memicu pertumbuhan sel tidak normal.

          1. Bapanas Dan Peternak Ayam Pedaging Berkolaborasi Untuk Menstabilkan Harga Daging Ayam

            Bapanas Dan Peternak Ayam Pedaging Berkolaborasi Untuk Menstabilkan Harga Daging Ayam

            Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaksanakan aksi solidaritas bertajuk ‘Bela Beli Daging Ayam Ras Peternak’ yang diselenggarakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

            Langkah ini diambil bersama Pinsar Indonesia, setelah harga ayam ras turun drastis jauh di bawah harga acuan penjualan (Rp 25.000 per kg) dan titik impas (Rp 19.000 per kg). Saat ini, harga ayam hidup di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jabodetabek hanya berkisar Rp13.200-14.400 per kg.

            Melalui aksi ini, Bapanas mengkoordinasikan penyerapan ayam dari peternak yang dilakukan bersama dinas terkait di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.

            “Produk peternak yang diserap dengan harga yang sesuai akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program seperti gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, kios pangan, bantuan sosial, dan kegiatan distribusi lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

            Masyarakat diimbau untuk membeli daging ayam langsung dari peternak dengan harga yang wajar. Karkas ayam dijual dengan harga Rp 33.000 per kg, sementara ayam hidup dengan berat 2,4 kg dijual seharga Rp 60.000 per ekor.

            Arief menyebutkan inisiatif ini sebagai kolaborasi strategis untuk menjaga keseimbangan harga antara produsen dan konsumen.

            “Dengan kolaborasi ini, kami mengajak semua pihak dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan solidaritas pangan ini. Dengan membeli langsung dari peternak, kita tidak hanya membantu mereka bertahan, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” kata Arief.

          2. Kaya Nutrisi! Ini Deretan Manfaat Ceker Ayam Bagi Tubuh

            Kaya Nutrisi! Ini Deretan Manfaat Ceker Ayam Bagi Tubuh

            Bagi sebagian orang, ceker ayam bukanlah pilihan makanan yang menarik. Banyak yang merasa jijik karena bentuknya atau menganggapnya kurang higienis. Namun, siapa sangka, di balik tampilannya yang kurang menggoda, ceker ayam menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan.

            Selain memiliki cita rasa gurih yang khas, ceker ayam ternyata mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Agar manfaatnya maksimal, tentu saja pengolahan yang higienis dan tepat sangatlah penting.

            Kandungan Gizi dalam Ceker Ayam

            Ceker ayam dikenal sebagai sumber kolagen yang sangat baik. Dalam 100 gram ceker ayam, terdapat berbagai nutrisi berikut:

            1. Protein: 19 gram
            2. Karbohidrat: 0,2 gram
            3. Kalsium: 88 miligram
            4. Fosfor: 83 miligram
            5. Zat besi: 1 miligram

            Sekitar 70% dari kandungan proteinnya merupakan kolagen. Selain itu, ceker ayam juga mengandung magnesium dan vitamin E yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

            Manfaat Kesehatan dari Ceker Ayam

            Berdasarkan kandungan nutrisinya, berikut adalah sejumlah manfaat ceker ayam bagi kesehatan:

            1. Mencegah Penuaan Dini
              • Kolagen dalam ceker ayam membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Ini dapat memperlambat munculnya kerutan serta mengurangi selulit. Ditambah dengan vitamin E dan C, ceker ayam juga turut mendukung kesehatan kulit secara umum.
            2. Mencegah Osteoporosis
              • Kandungan kolagen dan magnesium di dalamnya berperan dalam menjaga kekuatan tulang, memperlambat proses penuaan tulang, serta membantu pembentukan tulang baru.
            3. Meredakan Nyeri Sendi
              • Konsumsi ceker ayam juga diyakini mampu mengurangi nyeri pada persendian, khususnya bagi penderita osteoporosis atau radang sendi akibat pengeroposan tulang.
            4. Membantu Penderita IBS (Irritable Bowel Syndrome)
              • Kolagen membantu memperbaiki jaringan pada sistem pencernaan, sehingga bermanfaat untuk penderita sindrom iritasi usus besar yang kerap mengalami gangguan seperti perut kembung, diare, atau sembelit.
            5. Menstabilkan Gula Darah
              • Protein dalam ceker ayam dapat merangsang pelepasan hormon glukagon, yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.
            6. Menjaga Kesehatan Jantung
              • Kolagen berperan penting dalam menjaga elastisitas pembuluh darah, sehingga peredaran darah tetap lancar dan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke dapat ditekan.
            7. Mencegah Anemia
              • Dengan kandungan protein dan zat besi yang cukup, ceker ayam dapat membantu mencegah anemia, terutama pada wanita hamil dan remaja putri yang rentan mengalami kekurangan zat besi.
            8. Melindungi Kesehatan Gigi
              • Nutrisi seperti kalsium, fosfor, dan protein dalam ceker ayam membantu memperkuat gigi dan gusi, serta mencegah gigi berlubang.

            Dampak Negatif dari Konsumsi Ceker Ayam

            Meski kaya akan manfaat, mengonsumsi ceker ayam juga dapat membawa sejumlah risiko bagi kesehatan jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

            1. Berpotensi Meningkatkan Kadar Kolesterol
              • Dalam setiap 100 gram ceker ayam, terdapat sekitar 84 mg kolesterol. Padahal, batas asupan kolesterol harian yang direkomendasikan bagi orang dewasa adalah 300 mg. Artinya, konsumsi 100 gram ceker ayam saja sudah menyumbang sekitar 28% dari total kebutuhan harian. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kolesterol dalam tubuh bisa menumpuk, berisiko menyumbat pembuluh darah, dan memicu gangguan jantung.
            2. Mengandung Lemak Trans yang Merugikan
              • Selain kolesterol, ceker ayam juga mengandung lemak trans, terutama jika dimasak dengan metode penggorengan. Lemak jenis ini tergolong sebagai lemak jenuh yang tidak baik bagi tubuh karena dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), meningkatkan kolesterol jahat (LDL), serta memperbesar risiko terkena kanker.
            3. Tingkat Kebersihannya Perlu Diwaspadai
              • Ceker ayam tergolong sebagai bagian tubuh ayam yang mudah terpapar kotoran. Ketika berada di kandang, ayam sering kali berdiri di atas fesesnya sendiri, sehingga bagian kaki rentan terkontaminasi zat amonia yang menyebabkan permukaannya menjadi keras seperti kapalan.

            Meski begitu, ceker ayam tetap bisa dikonsumsi dengan aman selama dibersihkan dan diolah dengan cara yang higienis. Proses pembersihan yang menyeluruh sangat penting untuk menghindari risiko kontaminasi. Dapatkan ceker ayam premium untuk sajian sehat keluarga hanya di SK Meat! Segar, higienis, dan berkualitas.

          3. Ayam Segar Atau Beku? Yuk, Kenali Perbedaan Daging Ayam Ini!

            Ayam Segar Atau Beku? Yuk, Kenali Perbedaan Daging Ayam Ini!

            Ayam merupakan salah satu jenis daging yang paling banyak dikonsumsi dalam menu harian masyarakat. Saat membeli daging ayam, biasanya Anda akan dihadapkan pada dua pilihan utama: ayam segar dan ayam beku. Walaupun berasal dari jenis yang sama, kedua jenis ayam ini memiliki perbedaan dari sisi kualitas. Dalam pembahasan kali ini, kita akan melihat perbedaan antara ayam segar dan ayam beku berdasarkan kualitasnya.

            Perbedaan Ayam Segar dan Ayam Beku

            Ayam Segar

            Ayam segar adalah daging ayam yang diperoleh dari unggas yang baru saja dipotong dan belum melewati proses pembekuan. Jenis ini sangat cocok untuk Anda yang ingin langsung memasaknya dalam waktu dekat. Umumnya, ayam segar mudah ditemukan di pasar tradisional atau tempat pemotongan ayam langsung.

            Ayam Beku

            Sebaliknya, ayam beku adalah daging ayam yang telah dibekukan segera setelah disembelih. Proses ini memungkinkan ayam bertahan lebih lama dan bisa disimpan dalam freezer untuk digunakan kapan pun dibutuhkan. Ayam beku biasanya dijual di swalayan, supermarket, atau toko daging modern.

            Cita Rasa

            Ayam Segar

            Ayam segar umumnya menawarkan rasa yang lebih murni dan alami. Karena belum melalui proses pembekuan, cita rasanya tetap terjaga dengan baik. Selain itu, teksturnya terasa lebih empuk dan kenyal, sehingga sering dianggap memiliki kualitas rasa yang lebih unggul.

            Ayam Beku

            Sebaliknya, ayam beku bisa mengalami sedikit penurunan rasa akibat proses pembekuan yang dapat mengurangi keaslian rasa daging. Meski begitu, dengan cara pengolahan yang tepat, ayam beku tetap bisa menghasilkan masakan yang lezat dan menggugah selera.

            Kualitas Nutrisi

            Ayam Segar

            Daging ayam yang masih segar cenderung memiliki kandungan gizi yang lebih utuh karena belum melalui proses pembekuan, yang bisa menurunkan mutu nutrisi. Daging ini merupakan sumber protein berkualitas tinggi serta mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.

            Ayam Beku

            Walaupun ayam beku tetap menyimpan sejumlah nutrisi esensial, sebagian kandungan gizi dapat berkurang selama proses pembekuan. Oleh karena itu, nilai nutrisinya umumnya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan daging ayam yang segar.

            Bagaimana Penyimpanan dan Daya Tahan Ayam?

            Ayam Segar

            Ayam segar hanya bertahan dalam waktu singkat, sehingga sebaiknya segera dimasak atau dikonsumsi setelah dibeli. Karena itu, pembelian daging segar perlu direncanakan dengan baik agar tidak terbuang sia-sia.

            Ayam Beku

            Sebaliknya, ayam beku memiliki masa simpan yang jauh lebih panjang—dapat mencapai beberapa bulan tergantung pada suhu penyimpanan dan kualitas kemasannya. Hal ini membuat ayam beku menjadi pilihan praktis sebagai persediaan bahan makanan untuk keperluan jangka panjang.

          4. Tips Simpan Daging Ayam di Freezer

            Tips Simpan Daging Ayam di Freezer

            Banyak orang, terutama ibu rumah tangga, menyimpan stok daging ayam di freezer karena praktis dan ekonomis. Daging ayam digemari karena rasanya enak, bergizi, dan lebih murah dibandingkan daging sapi. Tersedia dalam berbagai bentuk seperti potongan, fillet, hingga cincang, daging ayam mudah disimpan cukup dengan memasukkannya ke dalam freezer. Namun, jika terlalu lama disimpan, kualitas rasa dan tekstur bisa menurun meski tidak sampai menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, penting mengetahui batas waktu ideal penyimpanan daging ayam di freezer.

            Berapa Lama Daging Ayam Bisa Disimpan di Freezer?

            Daging ayam yang disimpan di dalam kulkas biasanya hanya bertahan sekitar satu sampai dua hari. Namun, jika disimpan di dalam freezer, masa simpannya bisa jauh lebih lama—bahkan hingga berbulan-bulan atau setahun, asalkan suhu penyimpanannya tetap stabil di 0°C atau lebih rendah.

            Lama penyimpanan daging ayam di freezer dipengaruhi oleh jenis potongannya. Menurut laman Food Safety dari USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat), daging ayam giling sebaiknya tidak disimpan lebih dari 4 bulan. Untuk daging ayam fillet, masa simpannya idealnya antara 4 hingga 6 bulan, sementara potongan ayam bisa bertahan sampai 9 bulan. Sedangkan ayam utuh yang masih segar dapat disimpan hingga 1 tahun.

            Suhu dingin membantu menghentikan pertumbuhan bakteri sehingga memperlambat pembusukan. Namun demikian, penyimpanan dalam waktu lama juga bisa memengaruhi kualitas daging, seperti perubahan rasa, tekstur, dan warna—terutama jika tidak dibekukan dengan cara yang benar.

            Tips Menyimpan Daging Ayam di Freezer

            Menyimpan daging ayam di freezer memang praktis, tapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga. Selain soal lamanya penyimpanan, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

            1. Hindari Mencuci Daging Sebelum Disimpan
              • Meskipun terasa lebih bersih, mencuci daging ayam sebelum dibekukan justru bisa membuatnya cepat rusak. Air yang tersisa dapat menyebabkan freezer burn dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Jadi, simpan daging dalam kondisi kering saja.
            2. Gunakan Wadah yang Rapat dan Kedap Udara
              • Simpan daging dalam wadah tertutup rapat atau bungkus dengan plastik wrap atau aluminium foil sebelum dimasukkan ke dalam food container. Ini penting untuk mencegah udara masuk yang bisa merusak tekstur daging dan membuatnya cepat kering.
            3. Pastikan Suhu Freezer Stabil
              • Atur suhu freezer pada 0°C atau lebih rendah, dan pastikan tidak sering berubah. Listrik yang sering mati atau pintu freezer yang terlalu sering dibuka bisa menyebabkan suhu naik-turun dan memicu freezer burn. Kondisi ini bisa membuat daging jadi keras dan kehilangan kelembapannya.
            4. Catat Tanggal Penyimpanan
              • Selalu beri label tanggal saat pertama kali menyimpan daging. Bisa ditempel di wadah atau dicatat di pintu kulkas. Ini membantu kamu mengingat kapan waktu terbaik untuk mengolah daging sebelum kualitasnya menurun.

          5. Inflasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah Meningkat Akibat Kenaikan Harga Ayam pada Oktober 2024

            Inflasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah Meningkat Akibat Kenaikan Harga Ayam pada Oktober 2024

            Pada Oktober 2024, kenaikan harga daging ayam menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi di Jawa Timur mencapai 0,15%, sedangkan di Jawa Tengah tercatat sebesar 0,19%. Lonjakan harga ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kenaikan biaya produksi, termasuk harga Day Old Chicken (DOC), pakan, transportasi, serta permintaan yang tinggi di tengah pasokan terbatas.

            Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Ndari Surjaningsih, menyampaikan bahwa kenaikan harga ayam disebabkan oleh meningkatnya harga rata-rata DOC dan ayam pedaging sejak September 2024. Selain itu, harga jagung sebagai bahan pakan ternak juga naik menjadi Rp6.011/kg pada Oktober 2024, dari Rp5.982/kg di bulan sebelumnya.

            Ndari juga menyebutkan bahwa penyaluran bantuan stunting berupa daging ayam dan telur di Jawa Tengah turut meningkatkan permintaan di wilayah tersebut, sebagaimana disampaikannya dalam keterangan tertulis pada Selasa (5/11/2024). Untuk mengatasi inflasi ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis, seperti memberikan subsidi pada jagung pakan ternak dan mempercepat distribusi bantuan stunting berupa daging ayam dan telur di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat membantu menstabilkan harga ayam sehingga masyarakat tetap memiliki akses terhadap sumber protein yang dibutuhkan, dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah inflasi.