Kategori: Uncategorized

  • 7 Ciri-Ciri Rumah Potong Ayam (RPA) yang Higienis dan Aman.

    7 Ciri-Ciri Rumah Potong Ayam (RPA) yang Higienis dan Aman.

    Tidak semua RPA punya standar yang sama. Ada RPA modern yang bersih dan halal, ada juga yang masih tradisional. Yuk, pelajari ciri-ciri RPA higienis yang layak jadi pilihan konsumen cerdas!

     

     Ciri-Ciri RPA Higienis:

    1. Memiliki Sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner)

      • Dikeluarkan oleh Dinas Peternakan setempat

      • Menandakan standar sanitasi dan food safety sudah terpenuhi

    2. Pemisahan Zona Kotor dan Bersih

      • Zona penyembelihan, pencucian, dan pengemasan harus terpisah

      • Mencegah kontaminasi silang

    3. Alur Produksi Mengalir Satu Arah (One Way Flow)

      • Dari potong → bersih → kemas

      • Tidak ada putar balik yang bisa mencemari daging

    4. Kebersihan Lantai dan Dinding

      • Anti slip dan mudah dibersihkan

      • Dibersihkan berkala minimal 2 kali sehari

    5. Tersedia Air Bersih & Sistem Pembuangan Limbah yang Baik

      • Air harus bersih dan mengalir

      • Limbah darah dan bulu diproses, bukan dibuang sembarangan

    6. Tenaga Kerja Terlatih dan Ber-APD

      • Pakai celemek, masker, dan sepatu bot

      • Terbiasa dengan SOP higienitas

    7. Pengawasan Dokter Hewan dan Penyuluh Halal

      • Rutin cek kesehatan ayam

      • Juru sembelih memiliki sertifikat JULEHA

    Data Pendukung:
    Menurut survei Dirjen Peternakan 2024, hanya 52% RPA di Indonesia yang memenuhi standar sanitasi lengkap.

  • 8 Tips Penting Saat Membeli Daging Ayam Mentah Agar Tetap Aman & Sehat

    8 Tips Penting Saat Membeli Daging Ayam Mentah Agar Tetap Aman & Sehat

    Membeli daging ayam mentah sebenarnya sedikit rumit. Salah pilih, bisa bikin rasa masakan berkurang, bahkan berisiko untuk kesehatan keluarga. Supaya lebih aman, simak panduan berikut sebelum belanja ayam mentah.

    1. Perhatikan Warna Daging

    Daging ayam segar biasanya berwarna merah muda cerah, tidak pucat atau keabu-abuan. Hindari daging yang warnanya terlalu gelap, ada bercak hijau, atau terlihat kebiruan. Jika daging ayam sudah memiliki ciri-ciri tersebut lebih baik dihindari, karena itu menandakan daging ayam dalam kondisi yang kurang baik. 

    2. Cium Aromanya

    Daging ayam segar beraroma ringan atau hampir tidak berbau. Kalau tercium bau asam, amis menyengat, atau bau tidak sedap lainnya, sebaiknya jangan dibeli. Bau amis atau menyengat itu mendakan daging ayam sudah mulai busuk. Dan itu bisa disebabkan karena bakteri yang berkembang biak pada daging, terutama jika tidak disimpan dengan baik.

    1. Cek Tekstur

    Sentuh perlahan permukaan daging. Ayam yang segar terasa kenyal, tidak terlalu lembek, dan tidak berlendir. Lapisan lendir tersebut bisa jadi hasil dari pertumbuhan bakteri dan jamur pada daging. Dan menjadi tanda daging ayam sudah mulai mengalami pembusukan. 

    1. Perhatikan Kondisi Kulit

    Kulit ayam segar terlihat bersih dan lembab alami, tidak kering atau terlalu basah. Kulit yang keriput atau memar menandakan ayam tidak segar.

    5. Pilih Sumber yang Terpercaya

    Belilah ayam di pasar, toko, atau supermarket yang menjaga kebersihan tempat dan peralatan. Dengan menjaga kebersihan tempat dan juga peralatan akan meminimalisir terjadinya Cross Contamination (kontaminasi bakteri silang) yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan makanan hingga infeksi pencernaan. 

    6. Pastikan Suhu Penyimpanan

    Ayam segar sebaiknya disimpan di suhu dingin (di bawah 4°C). Jika membeli di supermarket, pastikan daging diambil dari rak pendingin atau freezer. Jika salah menyimpan dalam suhu yang tidak tepat atau terlalu lama di suhu ruangan makan akan terjadi peningkatan pertumbuhan bakteri, yang dapat menyebabkan daging ayam menjadi busuk dan berisiko menyebabkan keracunan makanan jika dikonsumsi. 

    7. Periksa Tanggal Kadaluarsa (Untuk Ayam Kemasan)

    Jika membeli ayam kemasan, selalu periksa tanggal kadaluarsa dan pastikan kemasan utuh tanpa bocor atau rusak.

    8. Segera Simpan atau Masak

    Setelah membeli ayam, sebaiknya segera simpan di dalam kulkas menggunakan wadah yang tertutup rapat, atau langsung dimasak dalam waktu dekat. Jangan biarkan ayam mentah terlalu lama berada di suhu ruang, karena hal ini dapat memicu kontaminasi silang.

    Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri dari ayam mentah berpindah ke makanan lain atau peralatan dapur di sekitarnya. Sebaliknya, benda atau bahan makanan lain juga bisa mengkontaminasi ayam mentah, sehingga membuat daging lebih cepat rusak dan tidak layak dikonsumsi.

    Dengan menyimpannya di kulkas atau langsung mengolahnya, kesegaran ayam akan lebih terjaga dan risiko keracunan makanan bisa dihindari.

  • Kenapa Ayam Jadi Sumber Protein Favorit di Indonesia? Simak Data dan Faktanya!

    Kenapa Ayam Jadi Sumber Protein Favorit di Indonesia? Simak Data dan Faktanya!

    Ayam menjadi salah satu sumber protein hewani paling populer di Indonesia. Dari warung makan sederhana hingga restoran besar, olahan ayam hampir selalu ada di menu. Namun, apa sebenarnya alasan ayam begitu diminati masyarakat? Mari kita bahas.

    1. Aspek Nutrisi: Kaya Protein dan Mudah Dicerna

    Menurut Kementerian Kesehatan RI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia, 2024), setiap 100 gram daging ayam tanpa kulit mengandung:

    • Protein: ±18–20 gram

    • Lemak: ±8–12 gram

    • Kalori: ±165 kkal

    • Vitamin & Mineral: B6, B12, fosfor, dan selenium

    Artinya, satu porsi ayam mampu menyumbang sekitar 30–35% kebutuhan protein harian orang dewasa (AKG rata-rata: 56–65 gram/hari). Protein hewani seperti ayam juga memiliki nilai biologis tinggi, artinya mudah diserap tubuh untuk membangun otot, menjaga imunitas, hingga memperbaiki jaringan.

     

    2. Aspek Ekonomi: Harga Relatif Stabil dan Terjangkau

    Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), Februari 2025, harga ayam ras potong di pasar tradisional nasional berkisar di Rp34.000 – Rp38.000/kg. Jika dibandingkan dengan sumber protein hewani lain:

    • Daging sapi: Rp120.000 – Rp135.000/kg

    • Ikan segar: Rp40.000 – Rp60.000/kg

    • Telur ayam: Rp27.000 – Rp29.000/kg

    Dengan harga yang lebih terjangkau, ayam menjadi pilihan utama keluarga Indonesia untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

    Selain itu, data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menunjukkan bahwa produksi ayam broiler nasional 2024 mencapai ±4,1 juta ton, sangat cukup untuk memenuhi konsumsi domestik.

     

    3. Aspek Budaya: Ayam Ada di Setiap Meja Makan

    Selain faktor gizi dan harga, ayam juga melekat dalam budaya kuliner Indonesia. Hampir setiap daerah punya olahan khas berbahan ayam:

    • Ayam Betutu (Bali)

    • Ayam Woku (Sulawesi Utara)

    • Ayam Taliwang (NTB)

    • Ayam Penyet (Jawa Timur)

    Fleksibilitas inilah yang membuat ayam mudah diterima semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, dari menu sehari-hari hingga hidangan perayaan.

     

    4. Tantangan dan Isu Terkait

    Isu Kesehatan
    Meski sehat, konsumsi ayam berlebihan (terutama bagian kulit atau ayam goreng berlemak tinggi) bisa meningkatkan risiko kolesterol. Oleh karena itu, perlu edukasi agar masyarakat lebih memilih cara olah yang sehat seperti kukus, rebus, atau panggang.

    Kecenderungan Harga
    Harga ayam bisa fluktuatif akibat biaya pakan jagung & kedelai yang sebagian masih impor. Namun pemerintah bersama peternak terus berupaya menjaga stabilitas dengan program serap produksi lokal dan penetapan harga acuan.

  • Berapa Kebutuhan Konsumsi Protein dari Ayam per Hari? Simak Faktanya!

    Berapa Kebutuhan Konsumsi Protein dari Ayam per Hari? Simak Faktanya!

    Pernah nggak sih kepikiran: “Sebenarnya seberapa banyak ayam yang ideal dikonsumsi setiap hari?” Jawabannya gak cuma soal selera makan, tapi juga soal kebutuhan gizi harian, terutama protein yang penting banget buat tubuh kita.

    Yuk, kita bahas tuntas dari sisi gizi, rekomendasi kesehatan, dan takaran praktisnya.

     

    Kenapa Protein Itu Penting?

    Protein adalah nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh untuk:

    • Membangun otot dan jaringan tubuh

    • Memperbaiki sel yang rusak

    • Memproduksi hormon dan enzim penting

    • Menjaga daya tahan tubuh

    Kekurangan protein bisa bikin kamu mudah lelah, kehilangan massa otot, bahkan mengganggu pertumbuhan anak.

    Berapa Sih Kebutuhan Protein Harian?

    Menurut Kemenkes RI dan WHO, kebutuhan protein per hari tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Rata-ratanya:

    • Dewasa pria: 65–76 gram per hari

    • Dewasa wanita: 56–60 gram per hari

    • Anak-anak (usia 7–12 tahun): 49–56 gram per hari

    • Ibu hamil/menyusui: +20 gram dari kebutuhan normal

    Lalu, Berapa Protein dalam Daging Ayam?

    Ini dia kandungan protein dalam beberapa potongan ayam (berdasarkan data USDA dan Kemenkes):

    Jenis Potongan Berat 100 gram Kandungan Protein
    Dada ayam tanpa kulit 100 gr ± 31 gram
    Paha ayam tanpa kulit 100 gr ± 28 gram
    Sayap ayam 100 gr ± 23 gram
    Daging ayam cincang 100 gr ± 26 gram

    Artinya, cukup 200–250 gram dada ayam per hari sudah bisa mencukupi kebutuhan protein dewasa, apalagi kalau dikombinasikan dengan protein nabati atau telur.

     

    Catatan Penting:

    • Jangan berlebihan. Konsumsi ayam berlebihan tanpa variasi makanan lain bisa bikin asupan kolesterol naik (terutama kalau digoreng atau makan kulitnya).

    • Variasikan protein. Selain ayam, kombinasikan juga dengan tempe, telur, ikan, atau kacang-kacangan.

    • Pilih olahan sehat. Kukus, panggang, atau rebus lebih sehat ketimbang gorengan.

     

    Kesimpulan

    Daging ayam, terutama bagian dada, adalah sumber protein hewani yang tinggi dan terjangkau. Kalau kamu pelaku usaha kuliner, informasi ini juga bisa jadi dasar menyusun menu sehat untuk pelangganmu.

    Cukup 200 gram dada ayam per hari bisa bantu kamu jaga stamina dan penuhi protein harian. Tapi ingat, imbangi juga dengan sayur, karbohidrat, dan air putih ya!

  • Tips Masak Ayam Biar Empuk, Gurih, dan Gak Bau Amis

    Tips Masak Ayam Biar Empuk, Gurih, dan Gak Bau Amis

    Gak perlu bumbu mahal atau teknik ribet! Yuk ikuti 5 tips sederhana ini biar masakan ayam kamu naik level. Empuk, gurih, dan bebas amis!

     

    1. Rendam dengan Air Jeruk Nipis atau Cuka

    • Fungsinya untuk menghilangkan bau amis alami dari ayam.
    • Rendam 10–15 menit, lalu bilas hingga bersih.
    • Bonus: juga bantu mengurangi lendir dari permukaan daging.

    2. Gunakan Bumbu Marinasi, Minimal 30 Menit

    • Marinasi = merendam ayam dengan bumbu seperti bawang putih, garam, lada, ketumbar, atau rempah lainnya.

    • Bikin daging lebih gurih hingga ke dalam, dan lebih cepat empuk saat dimasak.

    3. Rebus Sebentar Sebelum Masak Utama

    • Teknik ini disebut blanching. Bisa dipakai jika ingin ayam digoreng, dibakar, atau dimasak kuah.

    • Rebus 5–7 menit dengan sedikit garam dan daun salam.

    • Membantu mengunci sari daging, buang sisa darah, dan bikin hasil akhir gak amis.

    4. Gunakan Minyak atau Lemak Ayam untuk Menggoreng

    • Sedikit lemak ayam bisa bikin aroma dan rasa makin umami!

    • Tapi tetap secukupnya ya, biar gak over oily.

    5. Masak dengan Api Kecil–Sedang

    • Terlalu besar apinya? Daging bisa keras dan bumbu gak meresap.

    • Masak perlahan supaya daging matang merata dan tetap juicy.

     

    Bonus Tips

    • Tambahkan rempah segar seperti jahe, sereh, atau daun jeruk saat memasak.

    • Simpan ayam di kulkas minimal 1 jam setelah dibumbui agar bumbunya meresap maksimal!
  • Program Makanan Bergizi Gratis: Peluang Emas untuk Peternak dan Rumah Potong Ayam Lokal

    Program Makanan Bergizi Gratis: Peluang Emas untuk Peternak dan Rumah Potong Ayam Lokal

    Pemerintah resmi menyerap daging ayam dan telur lokal untuk mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ini bukan hanya kabar baik untuk konsumen, tapi juga peluang besar bagi peternak unggas, pelaku Rumah Potong Ayam (RPA), hingga pelaku UMKM di sektor pangan.

    Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah program strategis pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi masyarakat, terutama untuk:

    • Anak sekolah
    • Balita
    • Ibu hamil

    Untuk mendukung ini, pemerintah menyerap hasil produksi ayam dan telur dari dalam negeri sebagai bahan pangan utama. Artinya, akan ada permintaan dalam jumlah besar dan konsisten terhadap produk unggas lokal.

     

    Apa Manfaatnya untuk Peternak dan RPA?

    1. Pasar Lebih Stabil dan Terbuka

    Pemerintah menyatakan bahwa daging ayam dan telur akan diserap dari peternak dan pelaku usaha lokal, bukan impor. Hal ini membuka:

    • Pasar baru untuk para peternak skala kecil-menengah
    • Peluang kontrak kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, atau penyedia katering

    2. Harga Bisa Lebih Terkendali

    Dalam situasi harga ayam yang fluktuatif, kadang merosot di bawah biaya produksi. Program ini bisa jadi penyangga ekonomi peternak. Penyerapan oleh pemerintah membantu mengurangi oversupply yang sering jadi penyebab harga jatuh.

    3. Dorongan untuk Meningkatkan Standar Produksi

    Agar bisa masuk ke rantai pasok program MBG, produk ayam harus:

    • Higienis dan layak konsumsi
    • Halal dan tersertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner)
    • Punya sistem distribusi dingin (cold chain)

    Bagi RPA, ini adalah saat yang tepat untuk upgrade fasilitas, mengurus sertifikasi, dan membangun SOP yang sesuai standar nasional.

    4. Potensi Kemitraan Jangka Panjang

    RPA dan peternak yang mampu menjaga kuantitas dan kualitas bisa menjalin kemitraan dengan:

    • Penyedia layanan katering sekolah
    • Puskesmas dan posyandu
    • BUMDes atau koperasi pangan

     

    Apa yang Harus Disiapkan oleh Peternak & RPA?

    1. Legalitas & Sertifikasi Lengkap
      Miliki dokumen usaha, izin edar, dan (kalau bisa) sertifikasi NKV atau Halal
    2. Jaga Kualitas Produksi
      Mulai dari kebersihan kandang, pakan, hingga pemotongan harus sesuai standar
    3. Bangun Relasi
      Jalin komunikasi dengan dinas peternakan, koperasi, hingga pemasok logistik daerah
    4. Perhatikan Rantai Dingin (Cold Chain)
      Program MBG mensyaratkan keamanan produk sampai ke tangan konsumen

    Bagi para pelaku usaha unggas, tahun 2025 adalah momentum untuk naik kelas. Tidak hanya menjual ke pasar tradisional, tapi menjadi bagian dari program strategis nasional. Siapkan usaha Anda dari sekarang!

    Jika Anda membutuhkan mitra RPA tersertifikasi untuk kolaborasi atau ingin tahu bagaimana sistem produksi yang sesuai standar MBG, banyak pelaku seperti SKMEAT yang siap berbagi pengalaman dan membangun rantai pasok yang kuat.

  • Kenapa Harga Ayam Naik Turun? Ini Penjelasan Lengkap & Cara Jitu Menyiasatinya!

    Kenapa Harga Ayam Naik Turun? Ini Penjelasan Lengkap & Cara Jitu Menyiasatinya!

    Kalau kamu pelaku usaha kuliner atau ibu rumah tangga yang suka belanja di pasar, pasti pernah bertanya-tanya: “Kenapa harga ayam tiba‑tiba naik tinggi, terus tiba‑tiba turun lagi?”

    Fenomena fluktuasi harga ini bukan cuma bikin repot konsumen, tapi juga bikin peternak dan supplier pusing mikirin stok dan margin. Biar kamu nggak bingung lagi, yuk kita bahas kenapa harga ayam bisa naik-turun, dan gimana cara menghadapinya bisa tetap untung dan stabil!

    Penyebab Harga Ayam Naik Turun : 

    1. Pasokan & Permintaan: Hukum Ekonomi Dasar

    Semakin banyak stok, harga turun. Semakin langka, harga naik.

    Contohnya, saat panen ayam raya, jumlah ayam siap potong melimpah. Karena stok banyak, harga otomatis turun. Tapi sebaliknya, kalau banyak permintaan (seperti saat Ramadan, Lebaran, atau tahun baru) sementara ayam belum siap panen, harga bisa melonjak karena rebutan stok.

    Tips: Cek tren permintaan musiman. Biasanya naik menjelang hari besar & akhir pekan.

    2. Harga Pakan Ternak Naik = Biaya Produksi Ikut Naik

    Pakan ayam seperti jagung dan kedelai menyumbang 70–80% dari biaya produksi ayam.

    Kalau harga pakan naik, misalnya karena cuaca buruk, gagal panen, atau harga impor naik, peternak pun harus menyesuaikan harga jual ayam agar tidak rugi. Inilah yang bikin harga ayam di pasaran ikut naik.

    Tips: Supplier profesional biasanya punya stok cadangan yang cukup untuk menjaga kestabilan harga saat kondisi pakan naik.

    3. DOC (Day-Old Chick) Sedikit atau Terlalu Banyak

    DOC = anak ayam umur sehari yang nantinya diternakkan.

    Kalau jumlah DOC terlalu sedikit karena keterbatasan bibit, beberapa minggu kemudian pasokan ayam potong akan menipis → harga naik.

    Tapi kalau banyak peternak tebar DOC dalam waktu bersamaan, ayam siap potong panen bersamaan → pasokan melimpah → harga bisa jatuh.

    Tips: Tanyakan ke supplier apakah mereka punya jadwal produksi yang stabil.

    4. Kebijakan Pemerintah & Regulasi

    Misalnya:

    • Pembatasan impor pakan
    • Aturan distribusi DOC
    • Perubahan pajak usaha ternak

    Kebijakan seperti ini bisa bikin biaya produksi naik atau suplai terganggu → efeknya langsung ke harga ayam di pasar.

    Tips: Ikuti perkembangan berita pertanian/pangan dari sumber resmi seperti Kementerian Pertanian atau Satgas Pangan.

    5. Kondisi Ekonomi & Daya Beli Masyarakat

    Saat ekonomi lesu (contohnya habis Lebaran, banyak orang ngencengin pengeluaran), daya beli menurun → ayam nggak laku → harga diturunin.

    Tapi saat ekonomi stabil (misalnya awal bulan gajian, THR cair), banyak orang belanja makanan → harga bisa naik lagi.

    Tips: Pelaku FnB bisa siasati dengan menu mix and match — campurkan ayam dengan bahan lain yang lebih murah untuk menjaga margin.

     

    Strategi Biar Nggak Terganggu Fluktuasi Harga

     

    1. Pantau Tren Harga Pasar

    Cek harga dari berbagai sumber: pasar tradisional, distributor, platform online, atau tanya langsung ke SKmeat setiap minggu.
    Kalau kamu tahu harga sedang naik, kamu bisa siap-siap beli lebih awal sebelum makin tinggi.

    2. Beli dalam Jumlah Besar Saat Harga Turun

    Kalau punya freezer, manfaatkan momen harga turun buat stok ayam frozen. Beli partai besar bisa dapat harga jauh lebih murah.

    1. Gunakan Kontrak atau Langganan

    Supplier biasanya menawarkan harga tetap untuk pembelian jangka panjang atau volume besar. Ini bikin kamu aman dari naik-turun harga mendadak.

    4. Variasikan Menu / Produk

    Kalau kamu jualan ayam goreng, bisa sesekali tawarkan menu berbasis sayur atau telur. Kalau harga ayam tinggi, kamu tetap bisa jualan tanpa kehilangan pelanggan.

    5. Bangun Hubungan Baik dengan Supplier

    Punya supplier tetap bikin kamu lebih diutamakan saat stok menipis. Mereka juga bisa kasih peringatan kalau akan ada kenaikan harga.

     

    Kesimpulan

    Fluktuasi harga ayam adalah hal yang wajar dan dipengaruhi oleh banyak faktor: pasokan, pakan, kebijakan, hingga daya beli. Tapi bukan berarti kita nggak bisa menyiasatinya.

    Dengan strategi yang tepat. Mulai dari monitoring harga, stok frozen, kontrak pasokan, hingga variasi menu, kamu bisa tetap untung dan tenang walau harga ayam naik-turun.

  • Cek Label Daging Ayam: Apa Arti Kode Produksi, NKV, dan Halal?

    Cek Label Daging Ayam: Apa Arti Kode Produksi, NKV, dan Halal?

    Meskipun tampak sepele, label pada kemasan daging ayam menyimpan banyak informasi penting. Bukan cuma tentang tanggal kadaluarsa, tapi juga soal keamanan pangan, asal-usul ayam, proses penyembelihan, hingga izin resmi dari pemerintah.

    Sayangnya, masih banyak konsumen yang belum terbiasa membaca label secara teliti. Padahal, dengan membaca label, kita bisa menghindari produk ilegal, berisiko, bahkan tidak halal.

     

    Elemen Penting di Label Daging Ayam:

    1. Tanggal Produksi & Kedaluwarsa

    Wajib dicantumkan.

    • Tanggal Produksi = kapan ayam dipotong dan dikemas
    • Tanggal Expired = kapan ayam tak lagi layak konsumsi
      Tips: Pilih ayam dengan tanggal produksi terbaru!

     

    2. Kode Produksi (Batch Number)

    Berisi kode unik untuk pelacakan (traceability)

    • Berguna jika ada masalah (misal kontaminasi), bisa ditelusuri kembali
    • Biasanya berisi tanggal + kode pabrik/RPA

     

    3. Nomor Kontrol Veteriner (NKV)

    Sertifikasi dari Dinas Peternakan yang menunjukkan bahwa:

    • Ayam diproses di RPA resmi
    • Menjalani pemeriksaan kesehatan
    • Mengikuti standar sanitasi dan keamanan pangan

    Ciri NKV asli: tercantum dengan logo resmi, nomor seri, dan kadang QR Code

     

    4. Label Halal MUI

    Wajib hukumnya bagi produsen Muslim!

    • Menjamin proses penyembelihan halal
    • Disupervisi langsung oleh juru sembelih halal (JULEHA)
    • Diberikan oleh LPPOM MUI setelah audit ketat 

    5. Informasi Produsen

    Cantumkan nama produsen, alamat, dan kontak

    • Memberi kejelasan asal-usul produk
    • Bisa jadi indikator kredibilitas

    Data Pendukung

    Menurut Badan POM RI, 68% konsumen Indonesia tidak terbiasa membaca label makanan dengan lengkap, padahal ini penting untuk keamanan keluarga.

    Tips Konsumen:

    • Jangan beli produk yang tidak mencantumkan label lengkap
    • Laporkan produk tanpa NKV atau label halal resmi
    • Simpan daging sesuai petunjuk penyimpanan yang tertulis
  • Kenapa Bisnis FnB Wajib Pakai Ayam dari RPA Bersertifikat?

    Kenapa Bisnis FnB Wajib Pakai Ayam dari RPA Bersertifikat?

    Dalam dunia kuliner, kualitas bahan baku adalah segalanya. Jika kamu punya bisnis FnB (resto, katering, warteg, dll), kamu harus tahu risiko besar kalau asal pilih supplier daging ayam. Yuk pahami kenapa ayam dari RPA bersertifikat itu adalah investasi penting untuk bisnis kamu.

    Alasan Kenapa Wajib Pakai Ayam dari RPA Bersertifikat:

    1. Kualitas Konsisten & Berstandar
      • Berat, tekstur, dan warna ayam seragam (Bisa menyesuaikan dengan standar usaha FnB)
      • Cocok untuk menu yang membutuhkan ukuran pasti

    2. Terjamin Halal & Aman Konsumsi
      • Penyembelihan sesuai syariat Islam
      • Tidak mengandung darah yang tertinggal (daging tidak amis)

    3. Mudah Ditelusuri Jika Ada Komplain
      • Sistem traceability
      • Bisa dilacak: tanggal potong, asal RPA, bahkan asal peternakan

    4. Tahan Lebih Lama & Lebih Higienis
      • Diproses dengan teknologi modern
      • Disimpan di suhu beku hingga -18°C

    5. Dipercaya oleh Lembaga & Instansi Besar
      • RPA yang sudah bersertifikat NKV sudah terjamin kualitasnya dan keamanannya.

    6. Meningkatkan Citra Bisnis & Kepercayaan Konsumen

      • Konsumen makin sadar akan kualitas makanan
      • Pakai ayam bersertifikat bisa jadi nilai tambah jual

     

    Fakta Pendukung:

    • Konsumen milenial 64% lebih suka membeli produk dari bisnis yang menjamin keamanan pangan (Sumber: Katadata Insight Center 2024)
    • Restoran yang memakai bahan dari RPA NKV jarang mendapat teguran dari Dinkes
  • Tips Ampuh Negosiasi Harga dan Pembelian Partai Besar untuk Usaha F&B

    Tips Ampuh Negosiasi Harga dan Pembelian Partai Besar untuk Usaha F&B

    Kalau kamu pelaku usaha kuliner atau ibu rumah tangga yang rutin beli daging ayam partai besar, pasti ingin dapat harga terbaik – tapi tanpa mengorbankan kualitas atau hubungan dengan supplier. Nah, pembahasan kali ini bakal bantu kamu menguasai strategi negosiasi yang efektif biar mendapatkan Harga bagus.

    1. Riset dan Persiapan Sebelum Negosiasi

    Sebelum mulai negosiasi, lakukan persiapan matang :

    • Survey harga pasar, dan harga supplier lain.
    • Tentukan tujuan utama: harga, kualitas, waktu pengiriman, atau layanan tambahan .

    2. Tentukan BATNA – Plan B yang Kuat

    BATNA adalah strategi cadangan jika negosiasi tidak menemui kata sepakat. Misalnya, kamu punya alternatif supplier yang menawarkan harga lebih rendah. Dengan begitu, kamu tidak “dipaksa” menerima harga yang kurang ideal.

    3. Bangun Hubungan & Cari Win‑Win

    Negosiasi bukan soal menang–kalah semata.

    • Mulai dengan berbicara informal untuk membangun hubungan pribadi.
    • Utamakan pendekatan win-win: cari solusi yang menguntungkan kedua pihak, seperti pertukaran volume lebih besar dengan diskon harga.

    4. Data adalah Kekuatanmu

    Bawa data pembanding: harga pasar, kinerja supplier sebelumnya, atau benchmarking kompetitor.
    Angka dan bukti memberi dasar objektif sehingga negosiasi tidak hanya berdasar “perasaan”.

    5. Gunakan Strategi Diam & Anchoring

    • Setelah memberikan tawaran (misalnya 15 % diskon), diam dan tunggu respon supplier – ini bisa membuat mereka yang akhirnya memberikan counteroffer .
    • Teknik anchoring: ajukan tawaran pembuka yang agresif tapi masih realistis, agar titik acuan negosiasi berada dekat dengan targetmu.

    6. Paketkan Volume & Komitmen Jangka Panjang

    Supplier biasanya siap memberi diskon untuk volume besar atau kontrak panjang.
    Misalkan: “Kalau kita komit beli selama 12 bulan, bisa dapat diskon 10 %?”

    7. Jangan Fokus di Harga Saja

    Negosiasi bukan hanya soal harga. Kamu bisa minta value lain seperti:

    • Waktu pengiriman lebih cepat
    • Sistem pembayaran fleksibel
    • Free ongkir atau layanan potong khusus
    • Garansi kualitas

    8. Siap untuk Walk Away

    Tunjukkan bahwa kamu punya BATNA dan siap keluar kalau tawaran tidak memenuhi standar. Kalimat seperti:“Jika kita tidak bisa mencapai harga yang sesuai, mungkin kita perlu pertimbangkan opsi lain.” …adalah sinyal yang cukup efektif.

    9. Dokumentasikan Kesepakatan

    Setelah ada kesepakatan, tuliskan poin-poin penting: harga, durasi kontrak, volume, kualitas, dan jadwal pengiriman. Semua kesepakatan dituangkan jelas agar tidak terjadi miskomunikasi di masa depan .

     

    Kesimpulan

    Negosiasi harga untuk pembelian partai besar akan lebih mudah jika kamu:

    1. Menyiapkan data
    2. Memahami BATNA
    3. Membangun hubungan yang baik
    4. Fokus pada VALUE, bukan cuma harga

    Dengan strategi ini, kamu bukan hanya bisa menekan biaya, tapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang saling menolong.