Kenapa Ayam Segar Cepat Busuk? Ini Penjelasan dan Cara Menjaganya

Ayam adalah salah satu bahan makanan yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, dibandingkan daging sapi atau kambing, ayam segar jauh lebih cepat rusak atau busuk. Banyak orang mengira hal ini karena ayam yang dipotong tidak segar, padahal penyebab utamanya ada pada sifat alami daging ayam itu sendiri.

Mengapa Ayam Lebih Cepat Busuk?

Ada beberapa alasan ilmiah yang membuat ayam mudah rusak:

  1. Kaya protein dan air
    Daging ayam memiliki kadar air yang tinggi dan kaya akan protein. Kombinasi ini membuat ayam menjadi “makanan favorit” bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

  2. Bakteri aktif di suhu ruang
    Begitu ayam keluar dari suhu dingin (lemari pendingin atau freezer), bakteri langsung aktif kembali. Dalam hitungan jam, jumlah bakteri bisa berlipat ganda jika dibiarkan pada suhu ruang.

  3. Enzim alami dalam daging
    Selain bakteri, daging ayam juga mengandung enzim alami yang terus bekerja. Enzim ini membuat jaringan daging cepat rusak, muncul lendir, perubahan warna, dan bau tidak sedap.

  4. Struktur daging ayam lebih lunak
    Lemak ayam lebih lembut dan serat dagingnya lebih halus dibandingkan sapi atau kambing. Hal ini membuat daging ayam lebih mudah diuraikan oleh bakteri maupun enzim, sehingga lebih cepat busuk.

Pentingnya Menjaga Suhu (Cold Chain)

Kunci agar ayam tidak cepat rusak adalah menjaga rantai dingin (cold chain) sejak pemotongan hingga sampai ke konsumen.

  • Untuk ayam segar, suhu ideal penyimpanan adalah 0–4°C dan hanya bertahan 1–2 hari.

  • Untuk ayam beku (frozen), suhu harus dijaga stabil di bawah -18°C agar kualitasnya bertahan lebih lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan.

Sekali suhu ayam naik turun, umur simpannya langsung berkurang drastis. Misalnya, ayam beku yang sempat dibiarkan di suhu ruang lalu dibekukan kembali akan lebih cepat rusak karena pertumbuhan bakteri sudah terlanjur meningkat.

Tips Menyimpan Ayam agar Tidak Cepat Busuk

  1. Segera simpan di kulkas atau freezer setelah membeli ayam.

  2. Gunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan untuk mencegah kontaminasi silang dengan bahan lain.

  3. Beri label tanggal agar tahu berapa lama ayam sudah disimpan.

  4. Masak sampai matang sempurna, karena panas akan membunuh bakteri yang ada.

Kesimpulan

Ayam segar memang lebih cepat busuk dibandingkan jenis daging lain karena kandungan air, protein, serta struktur dagingnya yang lunak. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menjaga suhu penyimpanan yang tepat dan menerapkan cold chain sejak pemotongan hingga ke tangan konsumen. Dengan begitu, daging ayam tetap aman, segar, dan bergizi saat dikonsumsi.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *