Daging ayam merupakan bahan pangan favorit di banyak rumah tangga Indonesia. Namun, perlu diwaspadai, ada praktik-praktik curang seperti glonggongan (suntik air), ayam tiren (mati sebelum disembelih), dan ayam berformalin yang bisa membahayakan kesehatan.

- Ayam glonggongan (ayam suntik air): Disuntik air agar beratnya terlihat besar. Selain itu air yang disuntikan pada ayam seringkali bukan air yang bersih, sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan daging ayam cenderung cepat membusuk.
- Ayam tiren: Daging ayam dari unggas yang mati bukan karena penyembelihan halal, darahnya tidak keluar sempurna. Darah yang tersisa di dalam daging adalah media yang sempurna untuk memicu pertumbuhan bakteri / kontaminasi mikroba yang menyebabkan penyakit.
- Ayam berformalin: Daging yang diawetkan dengan formalin (zat kimia toksik) untuk memperpanjang kesegaran secara palsu—berbahaya jika dikonsumsi karena bersifat karsinogenik. Zat tersebut bahkan bisa menyebabkan penyakit kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang
| Jenis Ayam | Ciri-Ciri Utama |
| Ayam Glonggongan |
|
| Ayam Tiren |
|
| Ayam Formalin |
|
3. Bahaya Konsumsi
- Ayam gelonggongan dan tiren : Konsumsi ayam glonggongan atau tiren dapat menyebabkan infeksi bakteri seperti Salmonella dan E. coli, yang memicu gejala keracunan makanan seperti diare, muntah, dan demam.
- Ayam berformalin : Formalin adalah zat yang sangat berbahaya. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, zat ini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan memicu penyakit mematikan seperti kanker.
Dengan mengenali ciri-ciri di atas, Anda bisa melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit. Penting untuk selalu memilih daging ayam yang segar, bersih, dan berkualitas dari supplier yang aman dan terpercaya. Konsumen cerdas, keluarga sehat!

Tinggalkan Balasan