Program Makanan Bergizi Gratis: Peluang Emas untuk Peternak dan Rumah Potong Ayam Lokal

Pemerintah resmi menyerap daging ayam dan telur lokal untuk mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ini bukan hanya kabar baik untuk konsumen, tapi juga peluang besar bagi peternak unggas, pelaku Rumah Potong Ayam (RPA), hingga pelaku UMKM di sektor pangan.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah program strategis pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi masyarakat, terutama untuk:

  • Anak sekolah
  • Balita
  • Ibu hamil

Untuk mendukung ini, pemerintah menyerap hasil produksi ayam dan telur dari dalam negeri sebagai bahan pangan utama. Artinya, akan ada permintaan dalam jumlah besar dan konsisten terhadap produk unggas lokal.

 

Apa Manfaatnya untuk Peternak dan RPA?

1. Pasar Lebih Stabil dan Terbuka

Pemerintah menyatakan bahwa daging ayam dan telur akan diserap dari peternak dan pelaku usaha lokal, bukan impor. Hal ini membuka:

  • Pasar baru untuk para peternak skala kecil-menengah
  • Peluang kontrak kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, atau penyedia katering

2. Harga Bisa Lebih Terkendali

Dalam situasi harga ayam yang fluktuatif, kadang merosot di bawah biaya produksi. Program ini bisa jadi penyangga ekonomi peternak. Penyerapan oleh pemerintah membantu mengurangi oversupply yang sering jadi penyebab harga jatuh.

3. Dorongan untuk Meningkatkan Standar Produksi

Agar bisa masuk ke rantai pasok program MBG, produk ayam harus:

  • Higienis dan layak konsumsi
  • Halal dan tersertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner)
  • Punya sistem distribusi dingin (cold chain)

Bagi RPA, ini adalah saat yang tepat untuk upgrade fasilitas, mengurus sertifikasi, dan membangun SOP yang sesuai standar nasional.

4. Potensi Kemitraan Jangka Panjang

RPA dan peternak yang mampu menjaga kuantitas dan kualitas bisa menjalin kemitraan dengan:

  • Penyedia layanan katering sekolah
  • Puskesmas dan posyandu
  • BUMDes atau koperasi pangan

 

Apa yang Harus Disiapkan oleh Peternak & RPA?

  1. Legalitas & Sertifikasi Lengkap
    Miliki dokumen usaha, izin edar, dan (kalau bisa) sertifikasi NKV atau Halal
  2. Jaga Kualitas Produksi
    Mulai dari kebersihan kandang, pakan, hingga pemotongan harus sesuai standar
  3. Bangun Relasi
    Jalin komunikasi dengan dinas peternakan, koperasi, hingga pemasok logistik daerah
  4. Perhatikan Rantai Dingin (Cold Chain)
    Program MBG mensyaratkan keamanan produk sampai ke tangan konsumen

Bagi para pelaku usaha unggas, tahun 2025 adalah momentum untuk naik kelas. Tidak hanya menjual ke pasar tradisional, tapi menjadi bagian dari program strategis nasional. Siapkan usaha Anda dari sekarang!

Jika Anda membutuhkan mitra RPA tersertifikasi untuk kolaborasi atau ingin tahu bagaimana sistem produksi yang sesuai standar MBG, banyak pelaku seperti SKMEAT yang siap berbagi pengalaman dan membangun rantai pasok yang kuat.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *